Meningkatkan kesehatan usus: strategi dari Klinik Gangnam Pureun untuk mengatasi gangguan pencernaan 🌿
Kesehatan usus tidak hanya memengaruhi proses pencernaan, tetapi juga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Kembung setelah makan, diare yang sering, perut terasa penuh, dan ketidaknyamanan setelah acara makan bersama bisa menjadi tanda bahwa keseimbangan internal tubuh terganggu.

Ketika keseimbangan mikrobioma usus berubah, gejala‑gejala tersebut menjadi lebih jelas.
Namun, banyak orang menganggapnya hanya sebagai “masalah pencernaan biasa”.
Artikel ini berdasarkan wawancara dengan Dr. Lee Song‑joo dari Klinik Gangnam Pureun,
dan merangkum strategi penting untuk mengurangi gangguan usus serta meningkatkan kesehatan pencernaan.
🟦 1. Faktor utama kesehatan usus: keseimbangan mikrobioma
Di dalam usus terdapat bakteri baik dan bakteri jahat.
Ketika keseimbangan ini terganggu, beberapa masalah dapat muncul:
- Penurunan kemampuan pencernaan
- Penurunan sistem imun
- Kelelahan meningkat
- Masalah kulit
- Ketidaknyamanan perut yang terus‑menerus

Dr. Lee menekankan:
“Menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri baik adalah kunci kesehatan usus.”
✔ Makanan yang disukai bakteri baik
- Serat makanan
- Sayuran
- Buah‑buahan
- Biji‑bijian utuh
✔ Makanan yang memicu pertumbuhan bakteri jahat
- Makanan berlemak
- Pola makan tinggi daging
- Konsumsi alkohol yang sering
Pola makan modern cenderung tinggi lemak dan daging, sehingga bakteri jahat mudah berkembang.
Sebaliknya, serat makanan sering kali kurang dikonsumsi.
Dr. Lee merekomendasikan konsumsi setidaknya 25 g serat per hari untuk memperbaiki kondisi usus.
🟦 2. Tanda bahwa bakteri jahat sedang meningkat
Jika Anda sering mengalami gejala berikut, mikrobioma usus Anda mungkin tidak seimbang:
- Kembung dan gas setelah makan
- Diare dan sembelit bergantian
- Pencernaan lambat dan rasa berat di perut
- Sering bersendawa
- Perut terasa penuh atau mengembang
Gejala‑gejala ini bukan sekadar gangguan pencernaan;
sering kali menunjukkan lingkungan usus yang tidak stabil.
Diare dan sembelit yang bergantian adalah tanda yang sangat khas.
Dalam kondisi seperti ini, probiotik dapat membantu, dan Dr. Lee menyarankan konsumsi secara rutin.

🟦 3. Kebiasaan yang paling merusak kesehatan usus: alkohol
Dr. Lee menjelaskan dengan sangat jelas:
“Alkohol membunuh bakteri usus seperti disinfektan.”
Masalahnya, bakteri jahat tumbuh kembali lebih cepat daripada bakteri baik.
Itulah sebabnya usus menjadi sangat sensitif keesokan harinya setelah minum alkohol.
✔ Rekomendasi konsumsi alkohol
- 1–2 kali per bulan
- Total kurang dari satu botol, apa pun jenis minumannya
Banyak orang mengira satu botol bir, satu botol soju, dan satu botol anggur dihitung terpisah,
padahal yang dimaksud adalah total keseluruhan.
Mengurangi alkohol saja sering kali dapat memperbaiki gangguan usus secara signifikan.
🟦 4. Mengapa usus menjadi sensitif setelah acara makan: enteritis fungsional vs bakteri
Setelah makan besar atau acara minum, diare, mual, dan ketidaknyamanan perut sering terjadi.
Dr. Lee membagi enteritis menjadi dua jenis:
✔ Enteritis fungsional
- Makanan berlemak + alkohol
- Diare dan nyeri perut
- Gejala membaik setelah berhenti makan sementara

✔ Enteritis bakteri
- Mengonsumsi makanan yang sudah rusak
- Demam, menggigil, nyeri tubuh
- Diare berlanjut meski tidak makan
- Mungkin membutuhkan antibiotik
Sebagian besar gangguan pencernaan setelah acara makan adalah enteritis fungsional
dan membaik dengan istirahat serta hidrasi.
🟦 5. Mengapa terapi infus (IV) efektif untuk gangguan usus akut
Dalam kasus gastritis atau enteritis akut, terapi infus sering bekerja lebih cepat daripada obat oral.
✔ Manfaat terapi IV
- Rehidrasi cepat
- Menstabilkan fungsi pencernaan
- Mengurangi mual
- Memperbaiki kelelahan tubuh
Terapi IV sangat membantu ketika gejala berikut muncul setelah minum alkohol:
- Mual
- Diare
- Lemah
- Dehidrasi
✔ Mengapa infus anti‑mabuk bekerja
Asam aspartat, yang juga terdapat dalam sup kecambah (obat mabuk tradisional Korea),
digunakan dalam cairan infus.
Karena itu, infus efektif ketika mabuk dan gangguan usus terjadi bersamaan.
🟦 6. Rekomendasi penting dari Dr. Lee untuk mereka yang sering mengalami gangguan usus
- Tingkatkan konsumsi serat
- Konsumsi probiotik secara rutin
- Batasi alkohol 1–2 kali per bulan, total kurang dari satu botol
- Kenali jenis enteritis berdasarkan gejala
- Pertimbangkan terapi IV jika mengalami dehidrasi, diare parah, atau nyeri tubuh
Dr. Lee juga menekankan pentingnya mengelola stres,
karena stres memengaruhi pergerakan usus dan keseimbangan mikrobioma.
Tidur yang cukup, olahraga ringan, dan hidrasi yang baik
sangat penting untuk menjaga kesehatan usus.

🟦 7. Pertanyaan umum (FAQ)
Q1. Haruskah saya ke klinik jika gangguan usus terus berulang?
Ya, jika gejala berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari‑hari.
Q2. Siapa yang paling mendapat manfaat dari probiotik?
Mereka yang mengalami kembung, gas, diare, atau sembelit berulang.
Q3. Benarkah alkohol harus dibatasi 1–2 kali per bulan?
Ya, itu rekomendasi untuk menjaga kesehatan usus.
Q4. Apa yang harus dimakan saat mengalami enteritis?
Jika gejala membaik setelah berhenti makan → enteritis fungsional.
Jika diare tetap berlanjut → kemungkinan enteritis bakteri.
Q5. Apakah terapi IV membantu ketika usus sangat sensitif setelah minum?
Ya, terapi IV dapat mempercepat pemulihan pada gastritis akut, enteritis, atau dehidrasi.
🔗 Klinik Gangnam Pureun